Posted 04/01/2008
Sebanyak 118 ulama di
kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Selatan secara gencar
mengingatkan masyarakat untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan di
sekitar mereka. Seruan para ulama merupakan bentuk tanggung jawab
penyadaran agar sebagai khalifah di muka bumi manusia sadar akan amanah
bahwa Allah SWT menciptakan alam dan isinya untuk dijaga. Bencana alam
seperti banjir, tanah longsor, konflik satwa yang terjadi di Aceh
Tamiang, Aceh Timur dan Aceh Selatan akhir-akhir ini adalah akibat ulah
tangan manusia.
Sejak Desember hingga Januari ini, para
ulama berperan aktif dalam mensosialisasikan pelestarian lingkungan
melalui rangkaian kutbah jumat di mesjid-mesjid. Kegiatan ini merupakan
upaya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi dan kabupaten untuk
mendukung upaya pelestarian hutan dan lingkungan di Aceh yang kondisinya
saat ini terancam punah.
Yayasan Leuser Internasional (YLI)
memberikan dukungan penuh kepada MPU dan para ulama yang berperan aktif
dalam mensosialisasikan betapa pentingnya menjaga hutan yang kita miliki
untuk kehidupan masa kini dan yang akan datang. Ulama sebagai panutan
masyarakat Aceh diyakini mampu menjadi ujung tombak dalam usaha menuju
pelestarian lingkungan.
YLI bersama MPU NAD telah menerbitkan buku
“Kumpulan Kutbah Jumat tentang Lingkungan”, yang ditulis oleh para ulama
besar Aceh. “Alhamdulillah, kita bersyukur, ada sejumlah ulama Aceh
memberanikan diri untuk membahas masalah ini dalam kemasan kutbah jumat
untuk dapat menjadi bahan dan pegangan bagi para khatib,” kata Ketua MPU
NAD, Tgk. H. Muslim Ibrahim.
Untuk itulah isi buku mulai
disosialisasikan kepada masyarakat melalui bantuan para ulama di daerah.
Untuk tahap pertama kegiatan dilakukan di Aceh Tamiang, Aceh Timur dan
Aceh Selatan. Akan menyusul kabupaten lainnya.
Di Aceh Tamiang kutbah dilaksanakan di
mesjid-mesjid di Kecamatan Bandar Pusaka, Kecamatan Manyak Payed,
Kecamatan Sekrak, Kecamatan Tenggulun, dan Kecamatan Tamiang Hulu.
Melibatkan 44 khatib.
Di Aceh Timur kutbah dilaksanakan di
mesjid-mesjid di Kecamatan Birem Bayuen, Kecamatan Bandar alam,
Kecamatan Simpang Jernih, Kecamatan Serbajadi, Kecamatan Ranto Peureulak
dan Kecamatan Indra Makmur. Melibatkan 30 khatib.
Di Aceh
Selatan kutbah dilaksanakan di mesjid-mesjid di
Kecamatan Labuhan Haji Tengah,
Kecamatan Labuhan Timur, Kecamatan
Meukek, Kecamatan Sawang, Kecamatan
Samadua, Kecamatan Tapaktuan, Kecamatan Pasi Raja, Kecamatan Kluet Utara,
Kecamatan Kluet Selatan, dan Kecamatan
Kluet Timur. Melibatkan 44 khatib.