Menu


1. The Battle for the Bengkung
2. Gaining recognition for the  
    Leuser Ecosystem
3. Saving the Singkil Swamp
4. The Restoration of the
    Singkil-Bengkung Wildlife
    Corridor
  

 



YLI Bantu Warga Desa di Aceh Utara dan Aceh Timur Atasi Gangguan Gajah

Posted 10/10/2007

Bulan Ramadhan ini tim Yayasan Leuser Internasional membagikan  petasan dan obor kepada warga di 3 desa di Aceh Timur dan Aceh Utara dalam upaya membantu pengusiran gajah yang sering melakukan perusakan di areal pertanian dan pemukiman dalam beberapa bulan terakhir. 

Kasus-kasus konflik gajah dan manusia sebenarnya sudah lama terjadi di Desa Bukit Linteung Kecamatan Langkahan, Desa Aluembang Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, serta Desa Blang Tualang Kecamatan Bireun Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Namun akhir-akhir ini intensitasnya meningkat dan menyebabkan kerugian yang besar. Desa-desa ini berbatasan dengan wilayah ekosistem Lueser. Perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi areal perkebunan sawit dan karet memicu peningkatan konflik gajah dan manusia. 

Dari hasil monitoring tim lapangan YLI didapat informasi : 

  • Di desa Bukit Linteung  Kecamatan Langkahan Aceh Utara pada 10 September 2007 kawanan gajah liar yang diperkirakan berjumlah 10-60 ekor merusak 1 unit rumah penduduk dan merusak kebun rambutan milik warga. Tanggal 19 September 2007 1 ekor gajah ditemukan mati ditembak di sekitaran desa, dan gadingnya sudah hilang dicuri.
  • Di Desa Aluembang Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, pada 11 September 2007 3 ekor gajah merusak areal kebun sawit dan 1 unit rumah.
  • Di Desa Blang Tualang Kecamatan Bireun Bayeun Aceh Timur 10 ekor gajah merusak kebun sawit milik warga yang terjadi bulan September 2007.

Pembagian petasan dan obor hanya langkah awal yang diambil tim YLI yang berkoordinasi dengan BKSDA dan polisi hutan untuk membantu warga yang resah karena gangguan gajah liar. Selama inipun warga telah melakukan cara-cara tradisional dalam mengusir gajah yang mengamuk. Diantaranya dengan cara membunyikan kentongan, membakar kemiri dan membuat bola api. Dengan bunyi ledakan petasan yang keras diharapkan kawanan gajah segera bisa dihalau menjauh sebelum mencapai pemukiman dan perkebunan.  

Tim YLI saat ini sedang melakukan survey untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan gangguan satwa di sekitar ekosistem Leuser. Tidak hanya gajah, tapi juga harimau. Selain langkah-langkah taktis awal yang diambil, YLI juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kehutanan, BKSDA, polisi hutan untuk menentukan langkah-langkah mengatasi gangguan satwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. Saat ini YLI ikut terlibat menyusun dokumen tata ruang baik di tingkat propinsi, kabupaten bahkan di desa. Hal ini sebagai upaya untuk menghindari tunpah tindihnya batas-batas wilayah untuk peruntukan kawasan lindung, kawasan budidaya dan pemukiman. 

Kasus konflik gajah dan manusia sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari pemerintah, NGO dan masyarakat lokal. Selain menimbulkan kerugian di pihak warga, Sejak Januari 2007 sudah 3 gajah mati ditembak di Aceh Utara dan Aceh Timur. Semua bangkai gajah ditemukan sudah hilang gadingnya. Tentu saja pembunuhan gajah bukan solusi tepat untuk mengatasi konflik.

 

 
           Copyrights 2007 by Ade Swandhana (Leuser International Foundation) All rights reserved                            Home | Contact Us