Menu


1. The Battle for the Bengkung
2. Gaining recognition for the  
    Leuser Ecosystem
3. Saving the Singkil Swamp
4. The Restoration of the
    Singkil-Bengkung Wildlife
    Corridor
  

 



TEAM MONITORING YLI PANTAU KEBAKARAN LAHAN DI SINGKIL

Posted 29/02/2008

Pada tanggal 22 Februari 2008 unit Geographic Information System (GIS) Yayasan Leuser International memperoleh data beberapa titik api (hotspot) di kabupaten Aceh Singkil yang terdeteksi oleh Fire Information for Resources Management System (FIRMS) dengan menggunakan satelit MODIS Aqua dan Terra. Kemudian pada tanggal 23 Februari salah satu stasiun televisi swasta nasional menanyangkan berita kebakaran hutan di Singkil. Untuk memastikan lokasi dan penyebab kebakaran tersebut team monitoring YLI dengan cepat segera turun ke lapangan.

Hasil pemantauan tanggal 24 Februari 2008 ditemukan puluhan titik kebakaran lahan baik yang masih aktif maupun yang apinya sudah padam  yang tersebar di beberapa lokasi dalam kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil. Daerah terbanyak ditemukan hotspot pada tanggal tersebut adalah kawasan Desa Ujung Bawang yaitu 8 hotspot dan 1 hotspot di trans nelayan.

Umumnya pembakaran dilakukan secara sengaja tanpa dikontrol dengan tujuan untuk pembersihan lahan. Pelaku pembakaran adalah masyarakat dan PT. Uber Traco salah satu perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang mempunyai areal konsesi terluas di Aceh Singkil. Luas lahan yang sudah terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektar dengan luas bervariasi untuk setiap titik kebakaran antara 0.25 – 3 hektar. Untuk 9 titik kebakaran yang diketahui, luas lahan yang sudah terbakar mencapai 12.25 hektar.

Sampai saat ini pembakaran lahan masih terus berlangsung. Ekses pembakaran lahan ini menyebabkan musnahnya beberapa hektar tanaman Kelapa Sawit yang baru ditanam, tergangunya saluran pernapasan masyarakat, dan terganggunya arus lalu lintas. Pihak dan instansi terkait harus segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menghentikan pembakaran agar tidak menjalar lebih luas. Pembakaran lahan merupakan cara praktis land clearing terutama untuk penanaman Kelapa Sawit. Mereka mulai melakukan pembakaran sejak minggu ketiga Februari karena di Aceh Singkil sekarang sedang musim kemarau.

Menurut keterangan Wahyu Jatmiko dari Dinas Kehutanan Aceh Singkil, kebakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat dan PT. Uber Traco terjadi sejak minggu ketiga Februari. Pihak mereka sudah meminta masyarakat dan PT.Uber Traco untuk menghentikan pembakaran. Namun sampai saat ini pembakaran lahan masih terus berlangsung.

Sementara Affan selaku Kepala Resort BKSDA Aceh Singkil menjelaskan kebakaran yang terjadi di Singkil pada saat ini bukan kebakaran hutan lindung rawa Singkil tetapi kebakaran lahan milik masyarakat dan perusahaan perkebunan.   

Menurut G.V Reddy selaku Ecosytem Manager YLI, gencarnya konversi hutan rawa untuk pembukaan perkebunan Kelapa Sawit, pemukiman dan transmigrasi di kabupaten Aceh Singkil akan menimbulkan 2 permasalahan baru di bidang lingkungan, yaitu terjadinya banjir pada musim hujan karena rawa sudah tidak mampu menyimpan air dan terjadinya kebakaran yang lama pada musim kemarau karena tanah gambut yang sudah kering dengan ketebalan 2 meter lebih mudah terbakar dan sangat sulit memadamkannya.

Pemerintah diminta untuk melakukan tindakan tegas terhadap kegiatan yang sangat mengganggu tersebut. Kebakaran di Singkil makin menambah daftar kebakaran lahan dan hutan di Pulau Sumatera sepanjang Februari yang kembali mengganggu lingkungan global akibat asap yang ditimbulkan.

berikut peta titik hot spot yang tertangkap citra satelit. juga data pendukung rawa singkil.
Luas Suaka Margasatwa Rawa Singkil : +/- 100.283 Hektar  
Laju Kerusakan Hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil :  
Luas Hutan  Tahun 1990 : 96.722 Hektar    
  Tahun 2000 : 91.603 Hektar    
  Tahun 2005/2006 : 90.985 Hektar    
         
Sumber Data :       
1. SK Menhut No. 170/Kpts-II/2000, tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan
    Perairan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
2. Interpretasi Citra Landsat TM Tahun 1989/1990, YLI, 2007  
3. Interpretasi Citra Landsat7 ETM+ Tahun 2000/2001, 2002/2003, YLI, 2007
4. Interpretasi Citra SPOT5 10 Meter Multispektral Tahun 2005/2006, YLI, 2007

 
           Copyrights 2007 by Ade Swandhana (Leuser International Foundation) All rights reserved                            Home | Contact Us