Posted 18/05/2008
Yayasan
Leuser Internasional (YLI) yang didanai oleh Multi Donor Fund melalui
World Bank dalam Program Aceh Forest Environment Project (AFEP) dan
Denver Zoo, melaksanakan Lokakarya Revisi Buku Ajar Leuser Tingkat SMP.
yang dilaksanakan selama 3 hari (18-20 Mei 2008) di Gedung Pelatihan
Unsyiah, Darussalam Banda Aceh. Lokakarya ini melibatkan 30 orang guru
dari 12 kabupaten dan 9 orang fasilitator antara lain dari YLI, Dinas
Pendidikan Nasional, Kantor Wilayah Departemen Agama, Lembaga Penjamin
Mutu Pendidikan (LPMP) serta editor dan penyusun “Buku Ajar Leuser“.
Pembukaan lokakarya
dilaksanakan Minggu (18/5) oleh Ali Basyah yang mewakili Kepala Dinas
Pendidikan Nasional Provinsi NAD. Turut hadir dalam acara pembukaan
perwakilan Kantor Wilayah Departemen Agama NAD, LPMP, dan Direktur
Program YLI Yuswar Yunus.
Dinas Pendidikan Nasional
NAD mengajak para guru untuk memberikan masukan-masukan dalam revisi
buku ini sesuai dengan kondisi terkini di lapangan. Buku Ajar Leuser
yang berjudul „Di Sudut-Sudut Leuser“ untuk kelas I, II, III memasukan
muatan-muatan lokal tentang Kawasan Ekosistem Leuser dapat dijadikan
bagian dari suplemen dalam kurikulum sekolah di NAD.
„Kami menyambut baik adanya
buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi motivator bagi siswa-siswa agar
dapat mencintai lingkungan di sekitar mereka,“ kata Ali Basyah.
Direktur Program YLI,
Yuswar Yunus dalam sambutannya menyarankan kepada para guru dan
fasilitator revisi buku ajar agar tidak lupa memasukkan istilah-istilah
terkini tentang lingkungan seperti pemanasan global, perdagangan karbon,
illegal logging, dsb agar para siswa mengerti tentang isu-isu
lingkungan saat ini.
Sejak 2001, YLI telah
mencetak “Buku Ajar Leuser“ untuk tingkat SD dengan judul „Aku Anak
Leuser“ untuk Kelas I sampai Kelas VI, Tingkat SMP dengan judul „Di
Sudut-Sudut Leuser“ untuk Kelas sampai Kelas III dan tingkat SMA dengan
judul „Dari Leuser untuk Dunia“ untuk Kelas I sampai Kelas III. Buku ini
berisikan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) khususnya Kawasan Ekosistem
Leuser (KEL). Buku ini telah dipakai sebagai suplemen dalam kurikulum
sekolah di SD, SMP dan SMA di NAD.
Buku ini bermaksud
memberikan pemahaman yang lebih luas tentang KEL kepada siswa-siswa di
NAD. Harapannya adalah dapat menggairahkan peserta didik menggali lebih
banyak informasi yang terkait dengan materi ajar yang disajikan, dalam
hal ini adalah informasi tentang KEL, baik melalui pengamatan langsung
maupun dengan cara-cara lain. Di dalam buku ini juga terkandung maksud
mendorong para guru untuk membawa siswa ke lapangan guna pengembangan
imajinasi dan rasa ingin tahu mereka tentang alam.
Buku ini berisikan hal
semacam pengenalan awal tentang lingkungan alam hutan pada umumnya, dan
lingkungan Ekosistem Leuser khususnya. Untuk memahaminya anak harus
dekat dengan alam, sehingga dapat membuka peluang untuk mencintai
Ekosistem Leuser, yang menjadi sumber hidup mereka.
Pada Desember 2006 YLI
telah menandatangani surat kesepakatan dengan Dinas Pendidikan dan
Departemen Agama tingkat propinsi dan kabupaten di NAD yang menyetujui
bahwa “Buku Ajar Leuser“ dapat digunakan sebagai suplemen bagi semua
mata pelajaran/bidang studi di sekolah. Tindak lanjutnya adalah pada
tahun 2007 telah diadakan Pelatihan Guru untuk pengintegrasian Buku Ajar
Leuser di tingkat SMP di 12 kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam yang
melibatkan 210 guru.
Menurut Awareness Officer
YLI, Cut Dian Trisniasih, dalam rangkaian pelatihan guru SMP yang telah
dilaksanakan sebelumnya, disepakati perlunya merevisi isi dari “Buku
Ajar Leuser“ tingkat SMP. YLI dan para guru menyadari ada banyak hal
yang belum tertuang dalam buku tersebut, terutama sejak terjadinya
pemekaran kabupaten di NAD. Banyak informasi dan situasi yang tidak
sesuai lagi dengan fakta yang ada di lapangan. Karena itu dirasakan
sangat perlu untuk melakukan revisi “Buku Ajar Leuser“ guna
memperbaharui data dan informasi yang ada dalam buku tersebut sehingga
menjadi akurat dan terkini.