• Dr. Jamal Gawi, MES, Chairperson of the Board of Directors of Leuser International Foundation, participated in a discussion on Tigers (Wildlife Protection Series) at @america Pacific Place in Jakarta on Wednesday, 1 October 2014. More

    http://leuserfoundation.org/index.php?option=com_content&view=article&id=194:lif-participates-in-discussion-on-tigers&catid=1:latest-news&Itemid=86
  • On 24 April 2014, Prof. Dr. Emil Salim presented awards to the winners of the 2013/2014 Climate Smart Leaders program at the Sentul Leadership and Development Center in Bogor. More

  • Dr. Jamal Gawi, Chairman of the LIF Board of Directors, accompanied by staff from Gunung Leuser National Park (GLNP), addressed communities living around Gunung Leuser National Park (GLNP) area in Langkat on 10 March 2014 on the importance of forest restoration activities in the area. More

  • Jamal M. Gawi, Chairperson of the LIF Board of Directors, accompanied by Doris Pandjaitan (Vice Chairperson) and Hendardi (Vice Chairperson), visited the Royal Norwegian Embassy in Jakarta on 7 October 2013. They were received by Joar L. Strand (Counselor, Forest and Climate Change) and Nita Irawati Murjani (Advisor for Forestry and Climate Change).  More

  • On 17 to 19 September 2013, the LIF along with Bryan Rick Switzer and Kanchana Aksorn-Aree from the U.S. Embassy in Thailand, visited several schools in Subulussalam municipality and South Aceh district. This is because the U.S. Embassy is one of LIF’s donors for Environmental Education activities in schools and communities around the Leuser Ecosystem. More

Pendidikan Lingkungan Hidup

Kawasan Ekosistem Leuser adalah bagian dari wilayah  Indo Malaya Barat yang tingkat keanekaragaman hayatinya merupakan salah satu yang tertinggi di dunia setelah Amazon di Brazil dan Zaire di Afrika. Sebagian besar wilayah kawasan ini  terdiri dari hutan hujan tropis.

Hutan hujan tropis tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat lokal, Indonesia dan dunia terutama dalam bentuk jasa ekologi seperti penghasil oksigen, pengendali banjir dan tanah longsor serta suplai air bagi pertanian, perikanan dan kebutuhan sehari-hari bagi penduduk sekitarnya, selain juga sebagai sumber tanaman obat, buah-buahan, dan hasil hutan non kayu lainnya. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan kawasan ini dari kerusakan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya adalah melalui jalur Pendidikan Lingkungan Hidup karena cara ini dianggap sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk membentuk keluhuran budi masyarakat terutama siswa sedini mungkin dalam berinteraksi dan bertanggung jawab untuk melindungi alam lingkungannya.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) diartikan sebagai kurikulum atau program yang bertujuan untuk mengajar orang tentang alam terutama tentang bagaimana kerja atau fungsi sebuah ekosistem. Dalam sistem pendidikan barat yang telah lebih dahulu memulai PLH, fokus yang utama dari pendidikan lingkungan adalah untuk mengajarkan bagaimana manusia dan sistem-sistem yang berhubungan dengannya memberikan dampak bagi lingkungannya dan sistem-sistem yang terjadi di alam, dan sebaliknya bagaimana sistem-sistem yang ada di alam mempengaruhi manusia dan sistem kehidupannya. Pendidikan lingkungan seringkali dimaksudkan untuk mengubah persepsi orang tentang nilai alam dan mengajar bangaimana mengubah perilaku terhadap lingkungan, seperti mengajak orang untuk mendaur ulang atau bagaimana membangun tempat tinggal yang ramah lingkungan.

Yayasan Leuser Internasional (YLI)  telah diberi mandat oleh Keputusan Presiden 33/1998 untuk mengelola Kawasan Ekosistem Leuser. YLI telah melaksanakan proyek untuk konservasi yang termasuk menciptakan kesadaran tentang Ekosistem Leuser dan kawasan lindung lainnya. Melalui program kesadaran (awareness), YLI telah melakukan beberapa kegiatan berkenaan dengan PLH yaitu merevisi dan mensosilaisasikan Buku Ajar Leuser tingkat SLTPdigunakan sebagai mata pelajaran tambahan di sekolah-sekolah dimana para pengajarnya diberikan pelatihan khusus tentang isi Buku Ajar tersebut.  Selanjutnya pembentukan Eco Club di sekolah-sekolah juga menjadai salah satu alternative pendekatan bagi masyarakat khususnya para siswa/I unutk lebih peduli dan mengenal lingkungannya.  Kegiatan Mobil Awarenss Unit adalah pendekatan yang sangat baik terhadapa masyarakat untuk mendapatkan informasi secara umum dan mengundang ketertarikan masyarakan tentang lingkungan di sekitarnya.

1. Buku Ajar Leuser

Menindaklanjuti Kesepakatan antara Yayasan Leuser Internasional bersama-sama dengan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama di Nanggroe Aceh Darussalam pada akhir tahun 2006, tentang penggunaaan Buku Ajar Leuser sebagai supplemen bagi Buku Pelajaran Kurikulum di sekolah-sekolah di Nanggroe Aceh Darussalam, maka Yayasan Leuser Internasional dengan didanai oleh World Bank melalui proyek AFEP telah mengadakan Pelatihan Awal Buku Ajar Leuser untuk para guru tingkat SLTP di 13 kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam. Pelatihan ini berhasil menyeleksi 10 orang guru terbaik yang akan dijadikan fasilitator pada Pelatihan Buku Ajar Leuser berkutnya, yang akan diadakan di 4 (empat) lokasi di Nanggroe Aceh Darussalam.

Selanjutnya, mengikuti perkembangan situasi di KEL dimana maraknya pemekaran kabupaten dan autonomi daerah di Aceh maka dirasa perlu untuk merevisi Buku Ajar Leuser sehingga isi berupa gambar, informasi dan data dapat lebih akurat.  Untuk itu Yayasan Leuser Internasional mencoba merevisi buku ajar tersebut dalam suatu kegiatan yang melibatkan para guru-guru tingkat SLTP yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Sejauh ini pelatihan, serta revisi Buku Ajar Leuser telah melibatkan 469 guru SLTP di 13 kabupaten di propinsi Aceh.

Buku Ajar Leuser menunjukkan hubungan yang diperlukan antara interaksi manusia dan lingkungan dan efeknya pada kelangsungan hidup. Hal ini juga menghubungkan siswa dengan alam dan memberi mereka apresiasi yang lebih besar terhadap lingkungan mereka, agar generasi-generasi penerus kita bisa memahami arti pentingnya menjaga lingkungan terutama hutan.

 

2. Eco Club

Yayasan Leuser Internasional berinisiatif untuk mengajak masyarakat khususnya sekolah-sekolah di KEL untuk ikut serta dalam melindungi dan melestarikan KEL, salah satunya adalah dengan cara membentuk suatu group/club yang disebut Eco-Club yang berfungsi untuk mengenalkan dan membudayakan kegiatan dan  pengetahuan tentang lingkungan kepada para anggotanya dimana kegiatannya nantinya mencakup kegiatan alam, dan sosial lingkungan. Keanggotaan Eco-Club ini terdiri dari pelajar SD, SLTP dan SMU yang tertarik dengan konservasi lingkungan, tertarik untuk belajar tentang alam, serta tertarik dengan kegiatan/kampanye lingkungan. Eco-Club dikoordinir oleh seorang guru yang tertarik dan memilki pengetahuan tentang alam/lingkungan. Koordinator Eco Club adalah orang yang bertanggung jawab membuat club menjadi dinamik, mengkoordinir pertemuan berkala dengan para anggotanya guna menyiapkan kegiatan yang akan dilakukan. Berkordinasi dengan Eco Club yang lain untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama, serta berkoordinasi dengan YLI untuk kegiatan besar yang mungkin dapat mendapat bantuan dana dari YLI.

Setiap Eco Club bebas membuat sendiri kegiatannya, bebas berinovasi dan berkreasi dalam memprioritasksan kegiatannya. Namun demikian diharapkan dilakukan pertemuan paling sedikit sekali dalam satu bulan.Kegiatan yang dilakukan sebaiknya berinteraksi dengan masyarakat lokal dan dapat mendidik anggotanya. Misalnya dengan melakukan kegiatan pendataan pohon-pohon di daerah tempat tinggal mereka, membedakan pohon yang bernilai ekonomi atau berguna bagi ilmu pengetahuan/penelitian. Identifiaksi burung-burung yang ada di sekitar mereka, kemudian membuat database sesuai dengan penelitian yang mereka lakukan. Dapat pula melakukan penelitaian langsung dengan mengambil contoh tumbuhan di sekitar temapt tinggal atau sekolah, melakukan program kebersihan di lingkungan sekitar, melakukan kampanye di masyarakat. Eco Club dengan bantuan guru juga dapat melakukan kegiatan yang dapat memudahkan siswa memahami pelajaran IPA/Sains/Biologi di sekolah a di sekolah. Eco Club diharapkan juga dapat menerbitkan bulletin untuk mempublikasikan kegitan-kegiatan mereka, dan apabila dana mencukupi dapat melakukan perjalanan untuk kegiatan penelitian di sekitar hutan atau areal konservasi.

Sejauh ini telah terbentuk 165 Eco Club di 165 sekolah dari tingkat SSD, SMP dan SMU di 13 kabupaten dengan jumlah anggota sebanyak 8.384 siswa/i.

 

3. Mobile Awareness Unit

Mobile Awareness Unit bergerak dari satu desa ke desa yang lain, dari satu sekolah ke sekolah yang lain dalam upaya sosialisai dan menginformasikan kepada masyarakat tentang lingkungan dengan cara yang menarik, melalui permainan, menonton film, mendistribusikan dan membaca buku atau komik. Tim Unit mobile akan datang dengan pendekatan yang baik kepada masyarakat dan kembali akan dengan masukan dari masyarakat untuk membuat program yang lebih baik.

YLI bekerjasama dengan WCS mengunjungi  sekolah dan desa, menilai status saat ini dengan memanfaatkan Buku Ajar Leuser, mempromosikan penggunaannya, mempromosikan dan mempopulerkan eko-klub dengan kegiatan baru, menyebarkan materi pendidikan dan kesadaran dan akan memfasilitasi anak-anak sekolah untuk mengembangkan kampanye kesadaran mereka sendiri (seperti pertunjukan boneka, sekolah teater, menulis puisi dll). Dalam setiap kunjungan sekolah kita akan berusaha untuk memulai klub konservasi di sekolah jika tidak didirikan sudah. Setelah setiap kunjungan desa / sekolah / acara, tim CIMO akan mencoba untuk mengevaluasi dampak dari pendidikan dan peningkatan kesadaran kegiatan oleh sebelum dan sesudah kuesioner atau kuis. Langkah-langkah evaluasi tambahan juga dapat diimplementasikan. Tim juga mencoba untuk mengidentifikasi satu LSM lokal atau individu yang potensial dari program lain yang tertarik pada isu-isu lingkungan, sehingga mereka dapat dilatih di masa depan sebagai rekan untuk konservasi.

LOKASI

Untuk dana AFEP, lokasi Implementasi program adalah di Kawasan Ekosistem Leuser di propinsi Aceh, yaitu 13 kabupaten mencakup : Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Kodya Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya.

Sedangkan untuk dana ExxonMobil, lokasi implementasi program adalah desa Aras Napal, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

TARGET

Masyarakat pada umumnya dana anak-anak di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Mahasiswa pada khususnya, yang tingaal di kawasan Ekosistem Leuser.

OUTCOME

1.    Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menajga lingkungan/hutan

2.    Meningkatnya kemampuan belajar mengajar bagi guru dan siswa/i dengan teknik-teknik yang baru dalam bidang lingkungan.

3.   Siswa dapat berbagi ilmu tentang alam dan lebih berwawasan lingkungan, sehingga dalam kesehariannya mereka akan selalu menjaga dan

melestarikan lingkungan alam/hutan di sekitar tempat tinggal mereka, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser.

MITRA

Dalam kaitannya dengan implementasi Buku Ajar Leuser, YLI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama tingkat kabupaten dan propinsi Aceh, serta Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh.  Sedangkan kegiatan Eco Club, YLI didukung penuh oleh masing-masing sekolah dalam kaitannya dengan kegiatan ekstrakurikuler. Mobile Awareness Unit dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan tim Mobile Awareness NGO WCS (Wildlife Conservation Society). YLI mengggunakan fasilitas WCS termasuk mobil van, screen dan perlengkapan lainnya.

FAQs

What steps are being taken by the LIF to promote the conservation of Leuser?
Read more...
 
How will the people of Aceh and North Sumatra directly benefit from the conservation of the Leuser Ecosystem ?
Read more...
 
What actions were taken by LIF relating to the earthquake and tsunami disaster in NAD and North Sumatra?
Read more...

Visitor Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday263
mod_vvisit_counterYesterday472
mod_vvisit_counterThis week3386
mod_vvisit_counterLast week2966
mod_vvisit_counterThis month10021
mod_vvisit_counterLast month16057
mod_vvisit_counterAll days346427

We have: 9 guests online
Your IP: 184.73.104.82
 , 
Today: Nov 22, 2014

Who's Online

We have 9 guests online